Cerita PSK Yang Mendapat Penghasilan Lebih Dari Aplikasi Mi-Chat

Cerita PSK Yang Mendapat Penghasilan Lebih Dari Aplikasi Mi-Chat
Cerita PSK Yang Mendapat Penghasilan Lebih Dari Aplikasi Mi-Chat
Para PSK tersebut menjajankan dirinya di sekitaran Bandar Lampung dan Kota Metro.
Dikutip oleh pokerace99 mereka memanfaatkan software Michat guna menawarkan dirinya.
Di software Michat semua PSK secara terang-terangan memasang potret profil yang menggoda.
PSK itu memajang potret dirinya berpakaian seksi serta bergaya vulgar.
Di samping itu, PSK itu mencentumkan sejumlah kode untuk unik perhatian pelanggannya.
Kode itu seperti, BO (booking order), DP (down payment) dulu, COD Langsung, No PHP, No Pance, dan lainnya
Untuk memahami lebih dalam tentang praktik prostitusi online tersebut.
Berdasarkan keterangan dari salah satu PSK berinisial AN, menyinggung tarif guna kencan bersamanya Rp 1,5 juta.
Namun mesti menunaikan uang muka (DP) terlebih dahulu Rp 500 ribu.
AN menyinggung nominal Rp 1,5 juta tersebut sudah tergolong hotel plus layanan full service dan terdapat embel-embel "gak akan kecewa".
"Tarif ini telah layanan semalam penuh," kata dia.
Selanjutnya, AN (23) menyatakan andai serius hendak kencan denganya maka DP ditransfer terlebih dahulu baru ketemuan.
Ia mengaku, tidak jarang melayani lelaki hidung belang di di antara tempat Karaoke yang terdapat di Bandar Lampung.
Sebab, di samping menawarkan diri di media sosial, ia pun kerap sering menantikan pelanggan di lokasi karaoke itu.
"Biasanya sampe pagi tergantung customer-nya. Tempat seringnya di karaoke, namun di hotel pun sering sih," sebutnya
An menyatakan telah berkecimpung di dunia prostitusi online semenjak 3 tahun yang lalu.
Di samping AN, pokerace99 pun mencoba mengorek informasi dari PSK lain, inisial PJ.
Ia pun menyebutkan kode "BO, Nggak Pake Pance".
Kemudian PJ mengakui andai ia memasang tarif sebesar Rp 500 ribu sekali layanan.
Ia pun mengirimkan potret serta video syurnya untuk meyakinkan.
PJ tidak meminta DP, ia langsung mengirimkan tempat pertemuan yaitu di suatu kontrakan di bilangan Kedaton.
Kontrakan itu berada di pemukiman padat penduduk.
Ia menyatakan selalu bertransaksi secara online menggunakan software pertemanan, terutama MiChat.
"Lebih gampang aja bila online. Apalagi MiChat, lebih gampang ketemu pelanggan (dari fitur Pengguna di Sekitar)," katanya.
Ia tidak mematok pelanggan mesti menunaikan uang muka alias DP.
Dalam sehari, ia mengaku dapat melayani rata-rata 2-3 lelaki hidung belang.
Pelanggan, menurut keterangan dari dia, seringkali ramai pada akhir pekan.
"Ya 2-3 orang. Tapi kadang hanya 1 orang. Kadang pun nggak terdapat sama sekali dalam sehari.
Ramai biasanyaweekend, dapat sampai 4-5 orang," tuturnya.
PJ menyatakan sudah dua tahun terakhir bekerja sebagai PSK.
Tak melulu itu, dari hasil penulusuran pokerace99, ada PSK mempunyai nama Manja (bukan nama sebenanrnya) pun menjajakan dirinya melewati applikasi MiChat.
Secara eksplisit ia mengisahkan rata-rata pendapatannya sejak berpindah profesi sebagai penjual tubuh.
"Paling tidak sedikit tuh pernah tujuh orang sehari. Cuma bila sudah bisa lima, seringkali pelanggan yang beda aku cancel aja.
Karena cukup capek. Kalau harga sih paling tidak Rp 300 ribu guna sekali yah, namun lihat orang pun sih, bila lebih dewasa Rp 400 ribu," paparnya.
Jika dihitung rata-rata angka paling tidak order masing-masing hari dan dikalikan 20 hari kerja, maka puluhan juta sudah tentu mengalir ke kas Manja.
Wanita ini juga tidak menampik andai per bulan penghasilannya dapat mencapai Rp 20 juta.
"Ya kira-kira gitulah. Kalau guna pengeluaran sih cuma guna bayar kos aja, sama makan. Niatan berhenti sih ada, hanya nanti bila sudah cukup. Ada kemauan beli lokasi tinggal sama mobil," terangnya yang menyatakan baru 10 bulan menjalankan profesi tersebut.
Komentar Polda
Kepolisian Daerah (Polda) Lampung menilai permasalahan prostitusi online terjadi disebabkan tiga hal.
Yakni kurangnya intelektual, emosional, dan spiritual.
"Prostitusi online ini sama sekali tidak benar dan menyimpang," kata Kabid Humas Polda Lampung Kombes Pol Pandra Arsyad.
Oleh sebab itu, ia meminta peran orang tua, lingkungan dan masyarakat selama untuk tidak jarang kali melihat situasi anak-anaknya.
"Jadi tidak boleh sampai sebab keterbatasan pengawasan, anak-anaknya jadi tidak terkontrol," ucapnya.
Sebagai tahapan untuk menertibkan permasalahan prositusi online yang marak, pihaknya menyuruh seluruh stakeholder bersama-sama menanganinya.
Di samping itu, ia menegaskan, semua pelaku dapat dikenai UU ITE.
Jika merujuk permasalahan prostitusi online yang menimpa artis Vanessa Angel, maka semua PSK ini dapat dijerat pasal 27 ayat 1 UU ITE.
Pasal tersebut menyebut, masing-masing orang dengan sengaja dan tanpa hak menyalurkan dan/atau mentransmisikan dan/atau menciptakan dapat diaksesnya Informasi Elektronik dan/atau Dokumen Elektronik yang mempunyai muatan yang melanggar kesusilaan.
Ancaman hukumannya yakni 6 tahun penjara.
Rp 20 Juta Sebulan
Sebelumnya pihak pokerace99 pun mencari praktik PSK Online di Kota Metro dengan mewawancarai salah seorang PSK mempunyai nama Manja (bukan nama sebenarnya), salah seorang pekerja seks online yang menawarkan diri melewati MiChat.
Secara eksplisit ia mengisahkan rata-rata pendapatannya sejak berpindah profesi sebagai penjual tubuh.
Setiap hari, wanita bertubuh sintal ini menyatakan mendapat paling tidak satu pelanggan.
Namun, andai dirata-rata per bulan, order yang ia terima menjangkau tiga hingga lima orang per harinya sekitar 20 hari kerja.
"Paling tidak sedikit tuh pernah tujuh orang sehari. Cuma bila sudah bisa lima, seringkali pelanggan yang beda aku cancel aja. Karena cukup capek. Kalau harga sih paling tidak Rp 300 ribu guna sekali yah, namun lihat orang pun sih, bila lebih dewasa Rp 400 ribu," paparnya.
Jika dihitung rata-rata angka paling tidak order masing-masing hari dan dikalikan 20 hari kerja, maka puluhan juta sudah tentu mengalir ke kas Manja.
Wanita ini juga tidak menampik andai per bulan penghasilannya dapat mencapai Rp 20 juta.
"Ya kira-kira gitulah. Kalau guna pengeluaran sih cuma guna bayar kos aja, sama makan. Niatan berhenti sih ada, hanya nanti bila sudah cukup. Ada kemauan beli lokasi tinggal sama mobil," terangnya yang menyatakan baru 10 bulan menjalankan profesi tersebut.
Wanita yang dulunya bekerja sebagai penjaga toko ini menjelaskan, lokasi tinggal kos jauh lebih aman dan irit ketimbang hotel.
Para pelanggannya bukan lagi dibebankan mesti menunaikan sewa tempat laksana hotel.
Namun demikian, bukan berarti lokasi tinggal kos nyaman. Karena dirinya pernah dibawa Satpol PP ketika razia.
"Tapi tetap aman lah. Karena hanya didata saja. Habis tersebut pulang. Waktu tersebut pas lagi sama pelanggan juga, hanya ya gitu aja," imbuhnya.
Saat ditanya tentang para lelaki hidung belang yang pernah menggunakan jasanya, Manja tidak pernah mengusik kegiatan atau latar belakang mereka.
Dirinya lebih memilih guna bersikap profesional dengan mengekor gaya setiap pelanggannya.
Namun, ia menjelaskan, user terdiri dari semua kalangan. Mulai dari remaja, pelajar atau mahasiswa, sampai orang dewasa alias om-om.
Selama ini, Manja melulu mau bertransaksi di lokasi tinggal kos yang ia siapkan, tapi, ada dispensasi khusus guna pelanggan tetap.
"Enggak pernah tanya-tanya sih, yang urgen saya ramah. Ada yang mau kisah dulu, ya anda dengar, terdapat yang inginkan langsung, ya anda ikutin. Ada sih yang aneh, mohon macam-macam lah. Aku ikut sebisa mungkin, bila masih normal ya, cuma bila udah mengherankan betul, aku gak mau," imbuhnya.
Perempuan berkulit kuning langsat ini menambahkan, dirinya bekerja sendiri tanpa muncikari.
"Aku sendiri. Cuma bila tahu online ini, memang dari teman. Ya emang betul sih, untungnya besar. Tapi tetap aku terdapat target lah, siapa sih yang inginkan kerja gini terus," tuturnya.
Di Metro sendiri, bisnis esek-esek online bukan barang baru.



No comments