Viral! Siswa SMP di Kroyok Hingga Hidung Patah Namun Oknum Guru Santai Bermain HP

Viral! Siswa SMP di Kroyok Hingga Hidung Patah Namun Oknum Guru Santai Bermain HP
Viral! Siswa SMP di Kroyok Hingga Hidung Patah Namun Oknum Guru Santai Bermain HP
Nasib malang dirasakan FA, murid SMPN 38 Pekanbaru, Riau.
Korban dibully dua orang rekan sekelasnya.
Berdasarkan penjelasan paman korban, Muchtar (43), korban sekitar sekolah ternyata sudah tidak jarang dibully dan ditakut-takuti hingga diperas.
"Dia (korban) telah sekitar lima bulan sekolah disitu (SMPN 38).
Selama dia disitu, duit jajannya dirampas dan ditakut-takuti supaya tidak ngadu ke orangtuanya," kata Muchtar untuk Kompas.com, Jumat (8/11/2019).
Bahkan, kata dia, sesudah korban dibully sampai mengalami patah hidung, Selasa (5/11/2019) siang, pelaku pun mengancam korban agar tidak mengadu untuk orangtuanya.
Kedua pelaku meminta korban supaya mengaku terluka dampak terjatuh.
Diminta menyatakan terjatuh
"Awalnya dia emang ngaku hidungnya berdarah sebab jatuh.
Tidak ngaku bila dia berakhir dipukul. Mungkin dia takut, sebab (pelaku) lebih banyak badannya dan tua dari dia," ujar Muchtar.
Namun, sambung dia, sesudah diajak kisah dan dirayu oleh tantenya, barulah korban menyatakan dipukul temannya dengan kayu.
Korban menyatakan dibully dua orang rekan sekelasnya.
Akibatnya, korban merasakan patah hidung.
Sementara itu, Muchtar menyatakan mendapat kabar bahwa keponakannya dibully pada ketika jam latihan berlangsung.
Saat tersebut ada guru yang sedang mengajar.
Sayangnya, guru yang melatih tidak merespon dan tidak mempedulikan kejadian tersebut terjadi.
"Katanya saat tersebut ada gurunya di depan mengajar. Tapi kenapa tidak dipedulikan ribut. Kalau anda dulu bentrok aja dikit langsung kena lempar sama penghapus. Tapi kan ini telah ribut tapi mengapa tidak dilerai. Dan kataya guru tersebut tidak inginkan disalahkan," sebut Muchtar.
Bahkan, tambah dia, pihak sekolah menyatakan antara korban dan pelaku melulu sebatas bergurau.
Dalam artikel tersebut, akun Facebook Rani Chambas mencatat bahwa korban ialah seorang murid SMP negeri Hangtuah di Pekanbaru, Riau.
Kejadiannya terjadi pada Selasa (5/11/2019) kemudian ketika ruang belajar tengah melaksanakan pekerjaan belajar mengajar.
Saat kejadian, murid yang menjadi korban bullying ini berakhir dipukuli teman-temannya di dalam ruang belajar sampai merasakan patah tulang hidung.
Mirisnya lagi, akun Facebook Rani Chambas mencatat bahwa kejadian ini terjadi ketika guru sedang di dalam kelas.
Namun seakan-akan tutup mata dengan kejadian yang terdapat di hadapannya, akun Facebook Rani Chambas mencatat bahwa sang guru yang tengah mengajar tersebut malah cuek dan sibuk main hape.
"Kasus Bullying terjadi lagi, murid kls 8 smp. Di keroyok di dlm kelas. Sementara bu guru nya terdapat di dlm kelas, siswa nya berantam guru nya sibuk main hp.
Sampai patah tulang hidung si anak dan di operasi. Kejadiannya hari selasa tgl 5 november jam sekolah. Lokasi nya Smp negeri di Hangtuah pekanbaru Dan org tua mana yg terima anak nya babak belur di dlm kelas?" tulis akun Facebook Rani Chambas laksana yang dilansir pokerace99, Jumat (8/11/2019
Guru tidak melerai
"Apa iya bergurau hingga patah hidung gitu. Kita lihat saja nanti di pembuktian dalam proses hukumnya," cerah Muchtar.
Kasus ini, kata Muchtar, sudah di berikan ke pihak kepolisian.
Laporan diciptakan ke Polresta Pekanbaru.
"Hari Kamis (7/11/2019) diadukan sama ibunya (Lala Ila Mila) ke Polresta Pekanbaru. Kita harap permasalahan ini ditindaklanjuti, agar tidak terulang lagi," kata Muchtar.
Dia menambahkan, keponakannya ketika ini masih diasuh disalah satu lokasi tinggal sakit swasta di Pekanbaru.
"Masih proses penyembuhan sesudah jalani operasi hidungnya," sebutnya.
Diberitakan sebelumnya, viral di media sosial seorang murid sekolah menengah kesatu (SMP) diperkirakan menjadi korban bullying atau perundungan di Pekanbaru, Riau.
Diposting ke media sosial
Kasus bullying tersebut diposting akun Facebook Rani Chambas, Kamis (7/11/2019) jam 10.31 WIB. Berikut isi postingannya.
Kasus Bullying terjadi lagi...siswa kls 8 smp.. Di keroyok di dlm kelas..sementara bu guru nya terdapat di dlm kelas...murid nya berantam guru nya sibuk main hp...sampai patah tulang hidung si anak...dan di operasi ..kejadiannya hari selasa tgl 5 november jam sekolah.....lokasi nya Smp negeri di Hangtuah pekanbaru
Dan org tua mana yg terima anak nya babak belur di dlm kelas????
Coba andai anak sendiri yg di gitukan org???
Karna tdk terdapat jalan keluar.. Akhirnya pihak family melaporkan permasalahan ini ke polisi..
Semogaa...tidak terdapat lagi kejadian2 begini di sekolah.
#mirisaja..
Korban ponakan si opa pula Anak kk nya Lala Ila Mila....
Coba andai korbannya anak2 ibu2 atau bpk2..apa diam aja kita?
Postingan tersebut disertai dua buah potret korban yang sedang diasuh di lokasi tinggal sakit di Pekanbaru.
Pada wajah korban terlihat diperban.
Beragam komentar miris warganet menyaksikan kejadian ini.
"Itu gurunya ko dapat gk perduli oma..keterlaluan jg kl sampe gk tau ad ank berantem ddepan matanya," tulis komentar Ummu Nisa.
"Semoga cepat sembuh ananda. Mba Rani Chambas, usahakan diuraikan pun kronologis kejadiannya. Apakah ini sudah sering dilaksanakan shg dapat disebut bullying, atau ini berantem/ keroyokan yg tjd ketika hari tersebut saja," tulis komentar Watri Juwita.
Komentar akun Watri Juwita, dijawab oleh akun Lala Ila Mila, yang dinamakan ibu korban, yang berprofesi seorang dokter.
Berikut ini isi komentar Lala Ila Mila.
"Kelender edukasi sudah 5 bulan berjalan,selama itulah anak saya di buli,di tinju,di pukul,di kompas,dia tidak pernah mengadu kpd guru dan orang tuanya,krn anak saya pendiam dan anak yang baik,dia diancam,orang yg membuly nya bergantian,temannya mempunyai nama M (inisial), dari family tidak dapat paling tidak jarang menyakiti anak saya,anak tersebut lebih besar dari anak saya, umurnya 2 tahun lebih tua dari anak saya,dia memang familiar anak bandel,gurunya udah pada angkat tangan lihat perangai anak ini, anak ini duduk di depan krn bandelnya, walau badannya besar, sedangkan anak saya duduk di belakang walaupun badannya kecil. seluruh temannya menggarap tugas yg diserahkan guru, begitu pun anak saya, tiba2 dia dtg dan meninju anak saya,lalu dia bertanya sakit? dgn polosnya anak saya jawab tidak,lalu dia suruh temannya utk mukul anak saya,tp temannya mukul kepala anak saya gunakan kayu,anak saya hanya dapat menahan sakit di kepalanya dan M juga menghantukkan kpl anak saya shg hidungnya patah,anak saya menjerit kesakitan,guru yg mengasih pelajaran tersebut seolah2 tidak mendengar,setelah temannya ribut menyaksikan hidung anak saya gurunyapun ga terdapat respon,malah dia diancam,jika di tanya bilang jatuh,jgn bilang di pukuli,jadi siapapun yg bertanya dia tetap bilang jatuh,setelah dirayu tantenya,baru dia mengaku,selama ini dia amat tersiksa dibikin temannya,hati seorang ibu yg mana tdk menangis,saya pun salah,mengajar anak terlampau baik,jangan melawan khususnya kpd guru,mulai kini saya ajarin anak saya,jika anda di pukul balas pukul soal nanti tersebut urusan nanti. Anak saya pernah di buli 2 orang, sd dan smp.apa sih salah saya?,sehingga anak saya jadi bulian teman,apa mesti saya ajarin anak saya se buas harimau?."



No comments