RajaCerdas.ORG Situs Poker Online Terpercaya dengan Bonus Rollingan dan Referral Tertinggi

Header Ads

bandarq BandarQ bandarq Agen Togel Terpercaya

Kurang Lebih 10tahun Warga di Kaltim HIdup Tanpa Ada Sinyal Telpon Selular



Kurang Lebih 10tahun Warga di Kaltim HIdup Tanpa Ada Sinyal Telpon Selular

Kurang Lebih 10tahun Warga di Kaltim HIdup Tanpa Ada Sinyal Telpon Selular

pokerace99 - Kekecewaan tak dapat disembunyikan Arditya Abdul Azis. Dia terus saja memainkan gawainya dengan wajah tertekuk. Ponselnya tanpa sinyal. Tepat di pojok kiri layar telepon genggamannya, tertulis no service.

"Gimana inginkan nelepon istri sama anak ini," keluh jurnalis Kaltimkece.id tersebut seraya naik ke atas tangga penginapan.

Bukan melulu penyedia jaringan nomor yang dimilikinya yang tanpa sinyal tetapi seluruh penyedia jaringan. Azis dan seluruh regu jurnalis tergolong IDN Times, merasakan hal serupa. Itulah situasi di Teluk Sumbang, Kecamatan Biduk-Biduk pada Senin (4/11)

Para jurnalis bareng tim Social Expert FCPF Carbon Fund World Bank dan Pemprov Kaltim berangkat siang dari Tanjung Redeb, Kabupaten Berau dan mendarat di Teluk Sumbang malam hari.

1. Lanskap yang menawan di sebuah wilayah yang tanpa sinyal

Sambil menurunkan tas dari mobil, wajahnya terus saja ditekuk. Maklum saja, sesudah menempuh jarak 300 kilometer dengan masa-masa delapan jam, kepala tidak banyak pusing sebab jalur aspal berlubang dan tanah kerikil. Dua lintasan itu meminta penumpang "berdisko" dadakan di dalam mobil.

Ditambah sinyal tak ada, lengkaplah derita. Meski demikian, kecewa Azis soal jaringan sinyal tersebut cepat bersalin tawa. Terlebih saat menyaksikan muka kecewa rekan-rekannya yang lain.

Lamat-lamat dari arah utara lokasi tinggal penginapan tersiar deburan ombak saling memburu, pantai begitu dekat. Malam selesai cepat, tatkala pagi tiba, mentari yang dinanti ternyata tak menyapa dari garis laut unsur timur Teluk Sumbang, tapi hadir perlahan dari balik gunung, sampai-sampai sinar indahnya tak dapat dinikmati.

Rombongan jurnalis yang berkeinginan melihat gejala matahari menanjak alias sunrise juga harus bersabar. Namun, tersebut tak menjadi soal sebab, pemandangan Teluk Sumbang lebih menawan hati.

Dari atas penginapan tampak jalanan menurun, di bawahnya lokasi tinggal warga tersusun rapi, sedangkan di belakangnya terdapat pegunungan tinggi. Warga setempat menyebutnya Gunung Hantu. Hingga sekarang dalil di balik penamaan belum jelas.

"Bagusnya ya. Coba lihat, terdapat gunung, terdapat pantai pasir putih dan mataharinya tak terlampau menyengat," seru Yoyok Sudarmanto, untuk pokerace99.

2. Banyak yang datang ke Teluk Sumbang tetapi sedikit yang kembali membawa kabar baik.

Lantaran terbiasa dengan sinyal dan media sosial. Sejumlah anggota regu tak dapat menyimpan wajah sedihnya. Mereka hanya dapat berbaring di lokasi tidur seraya bermain gim offline.

Tiba-tiba saja, Ahmad Wijaya, consultant Social Expert Forest Carbon Partnership Facility (FCPF) Carbon Fund berbicara, "Kalau telah enggak terdapat jaringan laksana ini, ya, saling bersenda gurau saja."

Perkataan tersebut ada benarnya, karena sebagian besar regu lesu, lemas dan tak bertenaga sebab tak terdapat sinyal. Tiba-tiba saja di antara sopir yang mengantar rombongan menuliskan sinyal ada namun satu batang saja dan yang dapat menerima melulu telepon genggam seri lama. Orang-orang menyebutnya hape senter.

Tak lama sesudah itu, Kepala Kampung Teluk Sumbang, Abdul Karim datang bertamu. Setelah menyapa dan bersalaman, dia mulai berkisah. Dia mengakui, tidak sedikit yang datang ke Teluk Sumbang tetapi sedikit sekali yang kembali membawa kabar baik.

Tujuannya memungut data juga tak jelas. Intinya itu dapat digunakan guna mengembangkan ekonomi atau tidak?

"Itu maksud kami, tidak jarang kali saja, data, data, data, yang masuk di dusun ini meminta dan sampai saat ini, belum terdapat kejelasan tentang orang orang yang memungut data tersebut," akunya.

3. Hendak mengadu ke Gubernur Isran tentang susah sinyal

Sambil mengisap sigaret, Abdul pulang bercerita. Padahal yang diperlukan di dusun ini paling jelas, yaitu sinyal telekomunikasi. Kondisi tersebut tentu dialami puluhan tahun.

Sementara listrik bukan jadi tantangan utama karena sejak tahun lalu, Teluk Sumbang mengembangkan perusahaan listrik komunal berbasis tenaga surya. Di area ini setrum mengalir 24 jam, tak lagi 12 jam atau enam jam saja. Gara-gara sinyal itu, terkadang kabar dari kabupaten atau kecamatan telat diterima.

"Makanya kami paling perlu sekali sinyal, karena tersebut komunikasi. Menelepon ke luar saja susah lagipula menghubungi kami di Teluk Sumbang," imbuhnya.

Warga Teluk Sumbang bukannya berpangku tangan, mereka sudah berjuang meminta baik lewat Dinas Komunikasi dan Informatika Berau atau Dinas Komunikasi dan Informatika Kaltim sewaktu Gubernur Kaltim Awang Faroek Ishak berkuasa. Namun sampai sekarang belum pun ada respons.

Pernah di antara provider ternama mengerjakan kajian di Kampung Teluk Sumbang, kira-kira enam bulan kemudian namun sampai sekarang hilang tanpa kabar, sebenarnya besar sekali asa warga dusun paling ujung di Benua Etam ini mendapat tower sinyal.

"Saya dengan Pak Isran belum ketemu lagi. Bulan ini atau bila gak bulan depan, saya bakal ke pemprov lagi, menjajaki soal gagasan tower sinyal sebab kami sangat perlu sekali," akunya.

4. Warga Teluk Sumbang telah menyiapkan lahan cuma-cuma untuk tower sinyal

Dia menambahkan, demi menggaransi semua provider , warga dusun sudah meluangkan lahan khusus guna pembangunan tower base transceiver station (BTS). Sebab andai tower sinyal tak kunjung di bina yang ditakutkan wilayah ini sepi dengan kunjungan. Warga yang berangjangsana ke area wisata pasti hendak mengabadikan momen, terlebih era digital dan media sosial ketika ini. Sayang Teluk Sumbang belum bisa predikat dusun wisata sebab syaratnya banyak.

"Kami perlu kepastiannya, ini wilayah paling ujung bertetangga dengan Landas di Kutim (Kutai Timur). Mudahan-mudahan pihak kominfo dapat memikirkan," pungkasnya.

No comments

Powered by Blogger.